Selasa, 03 Mei 2011

MATERI KOMUNIKASI UMUM

KOMUNIKASI

PENDAHULUAN
Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan  orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun  non verbal          ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa).

DEFINISI
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin  Communicare atau Communis yang berarti  sama  atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti  kita berusaha agar  apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.

Beberapa definisi komunikasi adalah:
  1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh  pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi  (Astrid).
  2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
  3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
  4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
  5. Komunikasi  adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).


TUJUAN KOMUNIKASI

Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
  1. 1.     Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
  2. 2.     Mempengaruhi perilaku seseorang
  3. 3.     Mengungkapkan perasaan
  4. 4.     Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
  5. 5.     Berhubungan dengan orang lain
  6. 6.     Menyelesaian sebuah masalah
  7. 7.     Mencapai sebuah tujuan
  8. 8.     Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
  9. 9.     Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain


PROSES KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar  sebagai berikut :

Pengirim pesan , penerima pesan  dan  pesan

Semua fungsi manajer melibatkan  proses komunikasi. Proses komunikasi  dapat dilihat pada skema dibawah ini :




                                                Diagram 1 : Proses Komunikasi

  1. 1.      Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide  untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan   dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.

      Materi pesan dapat berupa :
  1. Informasi
  2. Ajakan
  3. Rencana kerja
  4. Pertanyaan dan sebagainya


  1. 2.      Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat       dipahami oleh  orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan  penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.

  1. 3.      Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,  papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan  yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.

  1. 4.      Mengartikan kode/isyarat
Setelah  pesan diterima  melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka  si penerima pesan  harus dapat mengartikan  simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

  1. 5.      Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code/isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim

  1. 6.      Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting  bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung  yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain  didapat dari pengamatan pemberi balikan  terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan  menggambarkan perilaku penerima pesan  sebagai reaksi  dari pesan  yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan  kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

  1. 7.      Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi  akan tetapi mempunyai pengaruh dalam  proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah  hal yang  merintangi atau menghambat  komunikasi  sehingga penerima salah menafsirkan pesan  yang diterimanya.


DASAR KOMUNIKASI
Komunikasi mempunyai  dasar sebagai berikut: Niat, Minat,  Pandangan, Lekat, Libat.
Niat menyangkut :
l  Apa yang akan disampaikan
l  Siapa sasarannya
l  Apa yang akan dicapai
l  Kapan akan disampaikan
Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
  • Faktor obyektif   : merupakan rangsang yang kita terima
  • Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima   stimulus
Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan  pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.


JENIS KOMUNIKASI

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau  kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
  1. 1.     Komunikasi verbal dengan kata-kata
  2. 2.     Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

  1. 1.     Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
    1. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
    2. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif  dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
    3. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan  secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya  bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
    4. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan  stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan  satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
    5. Singkat dan jelas. Komunikasi  akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
    6. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang  bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

  1. 2.     Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata  dan komunikasi non verbal memberikan arti  pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
  1. a.       Ekspresi wajah  
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
  1. b.      Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi  atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan  bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata  juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
  2. c.       Sentuhan  adalah bentuk komunikasi personal  mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan  seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang  atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
  3. d.      Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
  4. e.       Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan  juga salah satu ungkapan  perasaan  dan pikiran  seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi  non verbal lainnya  sampai desis  atau suara  dapat menjadi pesan yang sangat  jelas.
  5. f.       Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi  seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan  selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan  stress  bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress

BENTUK KOMUNIKASI

Komunikasi  sebagai proses memiliki bentuk :

  1. 1.       Bentuk Komunikasi berdasarkan
    1. a.       Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.

        A--------àß-----------B



  1. b.      Komunikasi tidak langsung


Tempat Sampah
  Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima  penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.
        Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya                     


  1. 2.       Bentuk komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran :
    1. a.       Komunikasi massa, yaitu komunikasi  dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik  harus :
Pesan disusun  dengan jelas, tidak rumit  dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)

  1. b.      Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

                         Perawat----- ®  ¬ ------Pengunjung puskesmas

  1. c.       Komunikasi perorangan.
Adalah  komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

                     Perawat----- ®   ¬ ------Pasien


  1. 3.       Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

  1. Komunikasi satu arah
Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A  ------------------® B                                                                                                                                                        

  1. b.       Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran  dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya  komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik


HAMBATAN KOMUNIKASI

  1. 1.     Hambatan dari Proses  Komunikasi
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi  oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti  lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada  saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan  balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

  1. 2.     Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

  1. 3.     Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi  kadang-kadang mempunyai  arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima

  1. 4.     Hambatan Psikologis 
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim  dan penerima pesan.


KESIMPULAN

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi  melibatkan  seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar sebagai berikut; niat, minat, pandangan, lekat, libat. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa ada hambatan yaitu baik dari pengirim, saluran, penerima  dan umpan balik serta hambatan  fisik  dan psikologis.

Tujuan komunikasi adalah  berhubungan  dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan  dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi,  yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal meliputi kata-kata yang diucapkan  atau tertulis, sedangkan komunikasi non verbal meliputi bahasa tubuh. Menurut bentuk komunikasi, ada yang disebut komunikasi satu arah  dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah berarti  sebuah pesan  dikirim dari pengirim  ke penerima  tanpa ada umpan balik. Komunikasi dua arah  terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan  umpan balik. Komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran terdiri  dari komunikasi  massa, komunikasi kelompok, dan komunikasi perorangan. Sedangkan komunikasi berdasarkan arah pesan  terbagi atas; komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.


KEPUSTAKAAN

Ann Marriner,Tomey, Guide to Nursing  management and Leadership, Mosby year book Inc 1996

Elaine.L.Monica, Kepemimpinan dan Management Keperawatan ,pendekatan berdasarkan pengalaman, Penerbit buku kedokteran EGC 1998

Roger. B. Ellis Robert,J Gates and Neil kenwarthy, Interpersonal communication in Nursing Theory and Practice, Churcill Livingstone, 1995

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MEMASANG NGT (NASO GASTRIC TUBE)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MEMASANG NGT (NASO GASTRIC TUBE)
  A. TAHAP PRA INTERAKSI      
1 Cek catatan keperawatan dan medis klien        
2 Cuci tangan        
3 Menyiapkan alat : NGT sesuai ukuran, jelly, klem, handuk, tissu wajah, bengkok,      
plester, stetoskop, spatel lidah, senter, spoit 50 cc, spoit 3 cc, gelas berisi air
putih, sedotan, pinset anatomis, kapas alkohol/bensin, sarung tangan bersih,
karet gelang, pin/peniti.
  B. TAHAP ORIENTASI      
4 Berikan salam, panggil klien/keluarga dengan namanya        
5 Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan serta minta persetujuannya        
6 Memberi kesempatan klien untuk bertanya        
  C. TAHAP KERJA      
7 Membawa alat-alat kedekat klien        
8 Mengatur posisi klien high fowler        
9 Bersama dengan klien, menentukan kode yang akan digunakan misalnya       
menggunakan telunjuk/tangan untuk mengatakan "tunggu sejenak karena rasa
tidak enak
10 Memasang handuk pada dada klien, meletakkan handuk pada tissue wajah,        
11 bengkok dan air minum dan sedotan pada jangkauan klien      
Meminta klien untuk rileks dan bernafas secara normal saat menutup satu
12 lubang hidung. Kemudian ulangi prosedur untuk lubang hidung yang lain.      
pilih salah satu dengan aliran udara paling besar
13 Menyiapkan kulit hidung untuk melekatkan plester (saat fiksasi) dengan meng-      
gunakan kapas alkohol/bensin
14 Memakai sarung tangan bersih      
15 Mengukur panjang selang NGT yang akan dimasukkan dan tandai dengan       
plester
16 Memberi pelicin (jelly) pada seelang NGT sepanjang 10-20 cm        
17 Mengingatkan klien bahwa selang akan segera dimasukkan dan memfleksikan      
kepala klien ke arah dada, memegang selang sekitar 3 inci dari ujung selang
lalu memasukkannya  dengan lembut kedalam lubang hidung yang telah dipilih
18 Menganjurkan klien untuk menelan dengan memberikan air minum pakai sedo-      
tan jika perlu, mendorong selang dan merotasikan 180 derajat saat klien
menelan
19 Mekankan perlunya bernapas melalui mulut dan menelan selama prosedur.        
20 Memasukkan selang tiap kali klien menelan sampai panjang yang telah di-      
Tidak mendorong paksa selang. Bila terjadi tahanan atau klien tersedak,
muntah atau menjadi sianotik hentikan selang dan tarik selang kembali. Periksa
posisi selang dibelakang tenggorokan dengan spatel lidah dan memeriksa letak
selang
21 Memeriksa letak selang :      
a. Memasang spoit pada ujung selang NGT, letakkan stetoskop pada
     kuadran kiri atas abdomen (daerah gaster), lalu suntikkan 10-20cc udara
     bersamaan dengan auskultasi abdomen
b. Aspirasi pelan-pelan isi lambung, bila selang tidak dilambung masukkan
     2,5-5 cm lagi dan periksa
22 Sumbat pada ujung proksimal selang        
23 Melakukan fiksasi selang        
24 Melepas sarung tangan dan merapikan klien        

  D. TAHAP TERMINASI      
25 Evaluasi reaksi klien      
26 lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya      
27 Mencuci tangan        
28 Mokumentasikan tindakan keperawatan        

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMASANGAN KATETER MENETAP PADA PRIA DAN WANITA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMASANGAN KATETER MENETAP PADA PRIA

A. TAHAP PRA INTERAKSI

     1. Cek catatan keperawatan dan medis klien
     2. Cuci tangan
     3. Menyiapkan alat : bak instrumen berisi pinset anatomis &sirurgis, kom steril,
         sarung tangan steril, cairan antisepik/betadin 10%, Jelly dlm spoit steril 5 cc
         sesuai kondisi, kasa steril
         Diluar bak instrumen : kateter sesuai ukuran, urin bag, aquades 50 cc, spoit
         steril 10 cc, perlak dan alasnya, plester, gunting, bengkok, gantungan,
         korentang steril

B. TAHAP ORIENTASI
    4. Berikan salam, panggil klien/keluarga dengan namanya
    5. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan serta minta persetujuannya
    6. Memberi kesempatan klien untuk bertanya
C. TAHAP KERJA
     7. Memberi privasi pada klien: tutup pintu kamar atau pasang tirai
     8. Mengatur posisi klien supinasi
     9. Memberi pengalas pada bokong
   10. Mendekatkan alat-alat dan bengkok disamping pasien
   11. Membuka bak instrumen
   12. Memakai sarung tangan steril
   13. Menggunakan tangan kiri: pengang daerah dibawah glas penis dengan ibu jari
         telunjuk prepusium ditarik kebawah
   14. Lakukan desinfeksi dengan gerakan sirkuler dari meatus keluar dengan kasa
         streil sekali usap terus dibuang minimal 3 kali
  15. Tangan non dominan memegang penis memasukkan jelly dalam spoit 5 cc
        kedalam uretra
  16. Memasukan kateter 18-20 cm dengan memegang penis 45 derajat sampai urin
        keluar
  17. Jika waktu memasukkan kateter ada tahanan jangan dilanjutkan, selama
        pemasangan anjurkan klien untuk nafas panjang
  18. Masukan lagi kateter sepanjang 2 cm sambil sedikit diputar
  19. Isi balon kateter dengan sesuai petunjuk pada kateter dengan menggunakan
        spoit
  20. Tarik kateter perlahan-lahan sampai ada tahanan balon
  21. Buka sarung tangan
  22. Fiksasi kateter kebawah abdomen
 .23 Gantung urin bag lebih rendah dari vesika urinaria
  24. Bantu pasien pada posisi yang nyaman
  25. Rapikan alat-alat pada tempatnya
  26. Cuci tangan

D. TAHAP TERMINASI

  27. Evaluasi perasaan klien
  28. lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
  29. Dokumentasikan kondisi penis dan meatus, tanggal dan jam pemasangan, warna, bau, jumlah  urin
       yang    keluar serta reaksi pasien pada catatan perawatan  
       Created By : KADRI, S.Kep, Akper Pemkab Muna 2011, Hp; 081385994928



STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMASANGAN KATETER 
MENETAP PADA WANITA

A. TAHAP PRA INTERAKSI

    1. Cek catatan keperawatan dan medis klien
    2. Cuci tangan
    3  Menyiapkan alat : bak instrumen berisi pinset anatomis &sirurgis, kom steril,
        sarung tangan steril, cairan antisepik/betadin 1%, Jelly dlm spoit steril 5 cc
        sesuai kondisi, kasa steril
        Diluar bak instrumen : kateter sesuai ukuran, urin bag, aquades 50 cc, spoit
        steril 10 cc, perlak dan alasnya, plester, gunting, bengkok, gantungan,
        korentang steril

B. TAHAP ORIENTASI
     4. Berikan salam, panggil klien/keluarga dengan namanya
     5. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan serta minta persetujuannya
     6. Memberi kesempatan klien untuk bertanya

C. TAHAP KERJA
    7.Memberi privasi pada klien: tutup pintu kamar atau pasang tirai
    8. Mengatur posisi klien dorsal recumbent
    9. Memberi pengalas pada bokong
  10. Mendekatkan alat-alat dan bengkok disamping pasien
  11. Membuka bak instrumen
  12. Memakai sarung tangan steril
  13. Menggunakan tangan kiri untuk membuka labia mayora dengan jari telunjuk
        dan ibu jari lalu tarik sedikit keatas
  14. Lakukan vulva higiane dengan kapas betadin 1% dari labia mayora kanan kiri
        labia minora kanan kiri, kemudian meatus dengan kapas sekali buang
  15. Mengolesi jelly kedalam kateter 4-5 cm, tangan non dominan membuka
        vulva
  16. Memasukan kateter 5-7 cm sampai urin
        keluar
  17. Jika waktu memasukkan kateter ada tahanan jangan dilanjutkan, selama
        pemasangan anjurkan klien untuk nafas panjang
  18. Masukan lagi kateter sepanjang 2 cm sambil sedikit diputar
  19. Isi balon kateter dengan sesuai petunjuk pada kateter dengan menggunakan
        spoit
  20. Tarik kateter perlahan-lahan sampai ada tahanan balon
  21. Buka sarung tangan
  22. Fiksasi kateter pada paha depan
  23. Gantung urin bag lebih rendah dari vesika urinaria
  24. Bantu pasien pada posisi yang nyaman
  25. Rapikan alat-alat pada tempatnya
  26. Cuci tangan

D. TAHAP TERMINASI
  27. Evaluasi perasaan klien
  28. lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya

E. DOKUMENTASI
  29. Dokumentasikan kondisi vagina dan meatus, tanggal dan jam pemasangan,
        warna, bau, jumlah urin yang keluar serta reaksi pasien pada catatan
        perawatan.
        Created By : KADRI, S.Kep, Akper Pemkab Muna 2011, Hp; 081385994928

Sabtu, 30 April 2011

Hikmah hari ini Oleh Para Filsuf


Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman kerana ia melambangkan kehidupan yang harmoni.

Nafsu mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akal mengatakan wanita
cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hati mengatakan wanita cantik
atas dasar akhlaknya.

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. Sahabat yang setia bagai
pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan allah.

Sediakanlah waktu tertawa kerana tertawa itu musiknya jiwa, sediakanlah waktu untuk berfikir kerana berfikir itu pokok kemajuan, sediakanlah waktu untuk beramal kerana beramal itu pangkal kejayaan, sediakanlah waktu untuk bersenda karena bersenda itu akan membuat muda selalu dan sediakanlah waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.

Sahabat yang baik adalah yang orang yang berkata benar, dan bukannya hanya membenarkan kata-kata.

Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa.

Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan.teruskan perjuangan kita walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup.

Jika anda bersahabat bersiaplah untuk berkorban.

Tanda orang bijaksana ialah hatinya selalu berniat suci;
lidahnya selalu basah dengan zikrullah; matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa); sabar terhadap perkara yang dihadapi dan
mengutamakan akhirat berbanding dunia.

Wanita/perempuan diciptakan bukan dari tulang rusuk atas untuk memerintah, bukan dari rusuk bawah untuk dipijak, tetapi terletaknya rusuk itu di bagian dada dan berdekatan dengan tangan bermakna tangan yang membelai dan hati yang mempunyai perasaan dan kasih sayang.

Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa.

Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.

Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan.
Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan.

Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia adalah menguji keteguhan iman seseorang. Malangnya bagi mereka yg hanya mengikut kehendak hati tidak sanggup menerima penderitaan.

Hadiah terbaik
kepada kawan - kesetiaan
kepada musuh - kemaafan
kepada ketua - khidmat
kepada yang muda - contoh terbaik
kepada yang tua - hargai budi mereka dan kesetiaan.
Kepada pasangan - cinta dan ketaatan
kepada manusia - kebebasan

Jangan terlalu menyayangi seseorang, kelak kita akan membencinya.
Jangan pula terlalu membenci seseorang,kelak kita akan menyayanginya.

Usah tangisi akan perpisahan sebaliknya tangisi akan pertemuan. Tanpa pertemuan, maka tiadalah perpisahan.

Berfikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan
satu cara menyelesaikan masalah yg paling berkesan.

Cinta itu apabila anda bertemu dan membuat pilihan yang tepat.

Hiduplah seperti lilin menerangi orang lain, janganlah hidup seperti duri mencucuk diri dan menyakiti orang lain.

Dunia ini ibarat pentas. Kita adalah pelakunya. Maka berlomba-lombalah
beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.

Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.

Ingatlah, sabar itu iman, uang bukan teman, dunia hanya pinjaman dan mati tak berteman.

Lidahmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikanmu.

Orang yg paling berkuasa adalah orang yg dapat menguasai dirinya sendiri.

Kita selalu lupa atau jarang ingat apa yang kita miliki, tetapi kita sering kali ingat apa yang ada pada orang lain.

Fikirkan hal-hal yang paling hebat,dan engkau akan menjadi terhebat.

Tetapkan akal pada hal tertinggi, dan engkau akan mencapai yang tertinggi.

Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang.

Jumat, 09 April 2010

MATA KULIAH KEPERAWATAN JIWA I

GANGGUAN JIWA
PSIKOPATOLOGI
(Oleh : Ns. KADRI, S.Kep)

“Cara bertingkah laku yang dianggap tidak sesuai dengan masyarakat”.
Hal-hal yang mempengaruhi tingkah laku individu :
a. Faktor individu (bakat, insting, emosional, defence mekanism)
b. Faktor keluarga
c. Pengalaman traumatis
d. Penyakit somatis
Skema :
Stressor     ----> Koping inkonstruktif ----->   Prilaku maladaptif (Gejala2 ggn Jiwa)
- Frustasi           - irealistik
- Konflik             - penipuan diri
- Tekanan          - Distorsi realitas
- Krisis

Prinsip :
- Kepribadian seperti mesin yang tidak boleh dibebani diluar batas kemampuan
- Stress menyebabkan koping tidak efektif yang selanjutnya mengakibatkan gangguan tingkah laku
- Faktor presipitasi : pengalaman stress tertentu pada waktu dan situasi tertentu

“Kesehatan jiwa ialah suatu keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional seorang individu secara optimal sejauh hal ini cocok dengan perkembangan optimal individu yang lain” (World federation for mental health).
Seseorang dianggap normal bila :
1. Kesadaran atas identitas pribadinya dan mempunyai tujuan hidup
2. Sadar akan otonomi pribadinya
3. Aktif, produktif dan tekun dalam menyelesaikan tugas
4. Dapat menerima batas-batas kesanggupan secara realistik
5. Dapat menghadapi stres dan dapat bereaksi secara fleksibel, realistis dan rasional
6. Mau melihat kenyataan dan bersedia menyelesaikan masalah
7. Dapat menagadakan hubungan heteroseksual yang memuaskan
8. Dapat menikmati kegembiraan dari berbagai sumber

Menurut skiner :
1. Mampu menerima dirinya sendiri
2. Diterima oleh orang lain
3. Efisiensi dalam pekerjaan/studi
4. Bebas dari konflik dalam diri
Gejala yang timbul adalah usaha untuk :
1. Menghadapi kecemasan
2. Menutup diri terhadap kesulitan hidup
3. Melarikan diri dari keadaan sulit
4. Menyembunyikan kebenaran terhadap diri sendiri

Klasifikasi gangguan jiwa tergantung :
1. Derajat berat ringan
2. Kemampuan adaptasi klien

KLASIFIKASI TANDA DAN GEJALA
GANGGUAN JIWA DI INDONESIA
A. GANGGUAN KOGNISI
Merupakan gangguan pada proses mental yang dengannya membuat seorang individu memiliki ketidakmampuan menyadari dan mempertahankan hubungan dengan ling kungannya baik lingkungan dalam maupun lingkungan luar (fungsi mengenal).
Meliputi :
1. Gangguan sensasi
Gangguan sensasi (pengindraan) adalah pengetahuan atau kesadaran akan suatu rangsang meliputi 5 sensasi yaitu kecap,raba, penciuman, penglihatan, pendengaran.
Macam-macam gangguan sensasi :
a. Hiper estesia adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan abnormal dari kepekaan dalam proses pengindraan, baik terasa panas, dingin, nyeri ataupun raba
b. Anastesia adalah suatu keadaan dimana tidak didapatkan sama sekali perasaan pada penginderaan.sifatnya dapat menyeluruh, setempat atau dapat atau sebagian saja. Berbeda dari anastesia fungsional.
c. Parestesia adalah keadaan dimana terjadi perubahan pada perasaanyang normal. Terbagi kedalam acro paraestesia & aesteroognosis
d. Sinestesia adalah suatu keadaan dimana ransang yang sesuai dengan alat indera tertentu ditanggapi oleh indera lain
e. Hiperosmia adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kepekaan berlebihan indera penciuman
f. Anosmia adalah suatu keadaan dimana terjadi kegagalan/kehilangan daya penciuman baik sebagian maupun seluruhnya
g. Hiperkinestesia adalah peningkatan kepekatan yang berlebihan terhadap perasaan gerak tubuh
h. Hipokinestesia adalah keadaan dimana terjadi penurunan kepekaan terhadap gerakan tubuh
2. Gangguan persepsi
a. Ilusi adalah suatu persepsi yang salah/ palsu, dimana ada atau pernah ada rangsangan dari luar. Ilusi sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seorang dapat mengekspresikan emosi atau motivasi yang sangat kuat dengan melakukan interpretasi yang salah terhadap gambaran penginderaan.keadaan tersebut biasanya secara sadar direpresi dan nantinya secara dinamis akan diinterpretasikan sebagai ilusi.
b. Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya rangsang dari luar. Walaupun tampak sebagai sesuatu yang “khayal” halusinasi sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan mental penderita yang “terepsesi” . Halusinasi dapat terjadi karena dasar-dasar organik fungsional, psikotik maupun histerik.
Jenis-jenis halusinasi:
1) Halusinasi pendengaran (auditif, akustik);
Paling sering dijumpai dapat berupa bunyi mendenging atau suara bising yang tidak mempunyai arti, tetapi lebih sering terdengar sebagai sebuah kata atau kalimat yang bermakna. Biasanya suara tersebut ditujukan pada penderita sehingga tidak jarang penderita bertengkar dan berdebat dengan suara-suara tersebut.
Suara tersebut dapat dirasakan berasal dari jauh atau dekat, bahkan mungkin datang dari tiap bagian tubuhnya sendiri. Suara bisa menyenangkan, menyuruh berbuat baik, tetapi dapat pula berupa ancaman, mengejek, memaki atau bahkan menakutkan dan kadang-kadang mendesak/ memerintah untuk berbuat sesuatu seperti membunuh dan merusak.
2) Halusinasi penglihatan (visual, optik);
Lebih sering terjadi pada keadaan delirium (penyakit organik). Biasanya sering muncul bersamaan dengan penurunan kesadaran, menimbulkan rasa takut akibat gambaran-gambaran yang mengerikan.
3) Halusinasi penciuman (olfaktorik);
Halusinasi ini biasanya berupa mencium sesuatu bau tertentu dan dirasakan tidak enak, melambangkan rasa bersalah pada penderita. Bau dilambangkan sebagai pengalaman yang dianggap penderita sebagai kombinasi moral.
4) Halusinasi pengecapan (gustatorik);
Walaupun jarang terjadi, biasanya bersamaan dengan halusinasi penciuman, penderita merasa mengecap sesuatu. Halusinasi gastorik lebih jarang dari halusinasi gustatorik.
5) Halusinasi raba (taktil);
Merasa diraba, disentuh, ditiup atau seperti ada ulat, yang bergerak dibawah kulit. Terutama pada keadaan delirium toksis dan skizofrenia.
6) Halusinasi seksual, ini termasuk halusinasi raba;
Penderita merasa diraba dan diperkosa, sering pada skizofrenia dengan waham kebesaran terutama mengenai organ-organ.
7) Halusinasi kinestetik;
Penderita merasa badannya bergerak-gerak dalam suatu ruang atau anggota badannya yang bergerak-gerak, misalnya “phantom phenomenon” atau tungkai yang diamputasi selalu bergerak-gerak (phantom limb). Sering pada skizofrenia dalam keadaan toksik tertentu akibat pemakaian obat tertentu.
8) Halusinasi viseral;
Timbulnya perasaan tertentu di dalam tubuhnya.
c. Depersonalisasi adalah perasaan aneh pada dirinya bahwa pribadinya sudah tidak seperti biasanya lagi serta tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Sering pada skizofrenia dan sindrom lobus parietalis. Misalnya merasa dirinya terpecah menjadi dua.
d. Derealisasi adalah perasaan aneh tentang lingkungannya yang tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya perasaan bahwa segala sesuatu yang dialaminya seperti dalam impian.
B. GANGGUAN PERHATIAN
Perhatian adalah pemusatan dan konsentrasi energi menilai dalam suatu proses kognitif yang timbul dari luar akibat suatu rangsang. Agar supaya suatu perhatian dapat memperoleh hasil, harus ada 3 syarat yang dipenuhi yaitu: Inhibisi , disini semua rangsang yang tidak termasuk objek perhatian harus disingkirkan; Apersepsi, yang dikemukakan hanya hal yang berhubungan erat dengan objek perhatian; adaptasi, alat-alat yang digunakan harus berfungsi baik karena karena diperlukan untuk penyesuaian terhadap objek pekerjaan.
Beberapa gangguan perhatian:
1. Distraktibiliti adalah perhatian yang mudah dialihkan oleh rangsang yang tidak berarti, misalnya: suara nyamuk, suara kapal, orang lewat, dan sebagainya.
2. Aproseksia adalah suatu keadaan dimana terdapat ketidaksanggupan untuk memperhatikan secara tekun terhadap situasi/keadaan tanpa memandang pentingnya masalah tersebut.
3. Hiperproseksia adalah suatu keadaan dimana terjadinya pemusatan/ konsentrasi perhatian yang berlebihan, sehingga sangat mempersempit persepsi yang ada.
C. GANGGUAN INGATAN
Ingatan (kenangan, memori) adalah kesanggupan untuk mencatat, menyimpan, memproduksi isi dan tanda-tanda kesadaran. Jadi proses ingatan terdiri dari 3 unsur yaitu: Pencatatan (mencamkan, reception and registrtion), penyimpanan (menahan, retention, preservation), pemanggilan kembali (recalling).
Gangguan ingatan terjadi bila terdapat gangguan pada satu/lebih dari 3 unsur tersebut, faktor yang mempengaruhi adalah keadaan jasmaniah (kelelahan, sakit, kegelisahan), dan umur. Sesudah 50 tahun fungsi ingatan akan berkurang secara bertahap. Berikut beberapa bentuk gangguan ingatan:
1. Amnesia
Ketidakmampuan mengingat kembali pengalaman yang ada, dapat bersifat sebagian atau total retrograd/antegrad dan dapat ditimbulkan oleh faktor organik/ psikogen. Sebab organik, kerusakan pada unsur pencatatan dan penyimpanan, sedangkan sebab psikogen karena proses pemanggilan kembali terhalang oleh faktor psikologis. Pada amnesia psikogen: tidak ada gangguan kesadaran, tidak ada kerusakan fungsi intelektual, bersifat selektif terhadap kejadian yang tidak menyenangkan, dapat terjadi penyembuhan secara tiba-tiba dan sempurna.
2. Hipernemsia
Suatu keadaan pemanggilan kembali yang berlebihan sehingga seseorang dapat menggambarkan kejadian-kejadian yang lalu dengan sangat teliti sampai kepada hal-hal yang sekecil-kecilnya. Sering pada kedaan mania, paranoia, dan katatonik.
3. Paranemsia (pemalsuan/pemiuhan ingatan)
Adalah gangguan dimana terjadi penyimpangan/ pemiuhan terhadap ingatan-ingatan lama yang dikenal dengan baik. Hal ini terjadi akibat distorsi proses pemanggilan paranemsia berguna sebagai pelindung terhadap rasa takut.
a) Konfabulasi yaitu keadaan dimana secara sadar seseorang mengisi lubang-lubang dalam ingatannya dengan cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan, akan tetapi yang bersangkutan percaya akan kebenarannya.,
b) Pemalsuan retrospektif; Disebut sebagai ilusi ingatan yang dibentuk sebagai jawaban terhadap kebutuhan afektif. Penderita akan memberikan kesimpulan yang salah terhadap suatu kejadian dengan menambahkan hal-hal yang kecil yang dibuatnya sendiri atau menghubungkan dengan pengalaman yang tidak berdasarkan kenyataan sama sekali.
c) Deja vu (ilusi ingatan); Suatu perasaan seakan-akan pernah melihat sesuatu yang sebenarnya belum pernah diihatnya. Keadaan ini timbul apabila saat itu mempunyai ikatan asosiasi dengan pengalaman masa lalu yang sengaja dilupakan, biasanya pengalaman tersebut merupakan pusat konflik yang direpresi secara konsekuen.
d) De jamais vu; suatu perasaan palsu terhadap suatu kejadian yang sebenarnya telah pernah dialaminya tapi saat ini dirasakan belum atau tidak pernah dialami atau dilihat. Gejala ini sering terjadi pada skizofrenia, psikoneurosis, lesi pada lobus temporalis, misalnya epilepsi kelelahan dan toksis.
D. GANGGUAN ASOSIASI
Asosiasi adalah proses mental yang dengannya suatu perasaan, kesan atau gambaran ingatan cenderung untuk menimbulkan kesan atau gambaran ingatan respon/ konsep lain, yang memang sebelumnya berkaitan dengannya.
Dalam kehidupan mental normal, proses asosiasi terjadi secara terusmenerus dengan pola-pola tertentu. Faktor-faktor yang menentukan pola-pola dalam proses asosiasi antara lain:
- keadaan lingkungan pada saat itu
- kejadian-kejadian yang baru terjadi
- pelajaran dan pengalaman sebelumnya
- Harapan-harapan dan kebiasaan seseorang.
- kebutuhan dan riwayat emosionalnya.
Beberapa bentuk asosiasi.
1) Retardasi (perlambatan); adalah proses asosiasi yang berlangsung lebih lambat dari biasanya.
2) Kemiskinan ide; suatu keadaan dimana terdapat kekurangan asosiasi yang dapat dipergunakan.
3) Persefersi; suatu keadaan dimana suatu asosiasi diulang-ulang kembali secara terusmenerus yang seakan-akan menggambarkan seseorang tidak sanggup lagi untuk melepaskan ide yang telah diucapkan.
4) Flight of ideas (lari cita pikiran melompat-lompat); suatu keadaan dimana aliran asosiasi berlangsung sangat cepat yang tampak dari perubahan isi pembicaraan dan pikiran. Disini nampak suatu ide belum selesai, disusul ide yang lain.
5) Inkoherensi; suatu keadaan dimana aliran asosiasi tak berhubungan satu dengan yang lain. Dapat bebentuk sebagai “gado-gado kata” (word salad) atau suatu neolgisme (pembentukan kata-kata baru yang tidak berarti). Inkoherensi dapat dikatakan sebagai suatu “asosiasi longgar”.
6) Blocking (hambatan, benturan): Suatu keadaan dimana terjadi kegagalan membentuk asosiasi, mulai dari situasi sementara akibat reaksi emosional yang sampai pada blocking yang lama seperti terdapat pada penyakit jiwa yang berat. Disini penderita tak dapat menerangkan mengapa dia berhenti.
7) Aphasia ; suatu keadaan dimana terjadi kegagalan sebagian atau seluruhnya untuk menggunakan atau memahami bahasa. Dalam beberapa buku, gangguan asosiasi dimaksudkan dalam gangguan arus fikiran.
E. GANGGUAN PERTIMBANGAN
Pertimbangan (penilaian) adalah suatu proses mental untuk membandingkan/menilai beberapa pilihan dalam suatu kerangka kerja dengan memberikan nilai-nilai untuk memutuskan maksud dan tujuan dari suatu aktifitas. Membandingkan disini meliputi istilah tentang “besarnya kepentingan”,”kebenarannya “,”kebaikanny”,”kecantikannya”,dan sebagainya. Tigal hal yang akan mendukung berfungsinya pertimbangan yaitu: Aparat sensoris yang mampu dan mempunyai persepsi diskriminasi yang teliti. Ingatan yang penuh dengan data-data sebagai dasar untuk membandingkan Aparat motoris yang mempunyai keterampilan atau kemampuan untuk memutuskan serta adanya mekanisme inhibesi untuk aktifitas yang berlebihan.
Dalam beberapa buku,masalah pertimbangan ini dibahas dalam gangguan proses berfikir(isi fikiran)beberapa bentuk waham.
F . GANGGUAN PIKIRAN
Pikiran umum adalah meletakkan hubungan antara berbagai bagian dari pengetahuan seseorang. Berpikir merupakan suatu proses dalam mempersatukan atau menghubungankan ide-ide dengan membayangkan, membentuk pengertian untuk menarik kesimpulan, serta proses-proses yang lain untuk membentuk ide-ide baru. Jadi dalam proses berpikir meliputi proses pertimbangan pemahaman, inatan serta penalaran.
Proses berpikir yang normal mengandung arus ide, simbol, dan asosiasi yang terarah pada tujuan dan yang dibangkitkan oleh suatu masalah atau tugas yang dapat mengantar pada suatu penyelesaian yang berorientasi pada kenyataan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses berpikir,yaitu:
- Faktor somatik (gangguan otak dan kelelahan)
- Faktor psikologik (gangguan emosi dan psikosa)
- Faktor sosial (kegaduhan dan keadaan sosial tertentu)
Beberapa bentuk gangguan proses berpikir:
1. Gangguan bentuk pikiran (produksi);termaksud semua penyimpanagan dari pemikiran rasional , logik dan terarah pada suatu tujuan:
a) Pikiran deristik
Adalah bentuk pikiran dimana tidak ada hubungan antara proses mental dengan pengalaman yang sedang berjalan. Di sini proses mental atau tidak mengikuti kenyataan, logika atau pengalaman.
b) Pikiran eustik
Gangguan dalam proses berpikir dimana terjadi kegagalan dalam membedakan batas antara kenyataan dan fantasi. Dengan berpikir autistik seorang dapat memuaskan keinginannya secara khayalan( imaginatif) dengan mengabaikan usaha-usaha untuk memuasakan secara realistik.
c) Pikiran yang non-relistik
Bentuk pikiran yang sama sekali tidak berdasarkan kenyataan. Merupakan gejalah yang menonjol pada skizofrenia hebefrenik disamping tingkah laku yang kekanak-kanakan. Ketiga bentuk pikiran tersebut bisa dibedakan, tapi kadang-kadang dijadikan satu dengan memakai salah satu istilah saja.
d) Pikiran obsesif
Gangguan pikiran dimana satu ide selalu datang berulang-ulang, irasional dan secara sadar tak diinginkan tak diinginkan, tapi tidak dapat dihilangkan.
e) konfabulasi
Gangguan pikiran dimana seorang mempersatukan hal-hal atau kejadian yang berkaitan, dalam suatu usaha untuk mengisi kekosongan pikiran yang timbul karena kehilangan ingatan.
2. Gangguan arus atau jalan pikiran meliputi cara dan laju proses asosiasi dalam pemikiran
a) Flight of ideas(lari cita, pikiran melompat-lompat melayang) adalah keadaan dimana terjadi perubahan yang mendadak, cepat dalam pembicaraan, sehingga suatu ide belum selesai sudah disusul oleh ide lain. Dikatakan yang berasal dari dalam maupun luar. Suatu kata yang sama bunyinya, tetapi berlainan artinya akan menimbulkan suatu pikiran baru “clang association”.
b) Retardasi (perlambatan) yaitu keadaan dimana terjadi perlambatan dalam jalan pikiran seseorang, sering dijumpai pada penderita skizofrenia dan psikosa efektif fase depresi.
c) Persevarasi yaitu suatu keadaan dimana seseorang secara berulang memberitahukan suatu ide, pikiran atau tema yang berlebihan.
d) Circumstantiality pikiran berbelit-belit, pikiran berputar-putar) yaitu suatu keadaan dimana untuk menuju secara tidak langsung kepada ide pokok dengan menambahkan banyak hal yang remeh-remeh yang menjemukan dan tidak relevan
Sering didapat pada anak/ orang yang terbelakang (MR), epilepsi dan gangguan jiwa senil yang tidak berat
e) Inkoherensi suatu keadaan dimana terdapat gangguan dalam bentuk bicara, pembicaraannya sukar atau tidak dapat ditangkap maksudnya. Inkoherensi ini dapat dikatakan suatu asosiasi yang ekstrim. Pada inkoherensi ada “gado-gado kata” (word salad)
f) Blocking (hambatan, halangan, benturan) yaitu suatu keadaaan dimana jalan pikiran secara tiba-tiba berhenti, hal ini tidak dapat diterangkan oleh penderita. Kemungkinan disebabkan oleh aktivitas yang kompleks dan dominan akibat efek yang tidak enak atau tidak disetujui.
g) Logorea yaitu banyak bicara dimana kata-kata baru yang tidak dipahami secara umum.
h) Neologisme yaitu membentuk kata-kata baru yang tidak dipahami secara umum.
i) Irelevansi yaitu suatu keadaan dimana isi pikiran atau ucapan tidak ada hubungannya dengan pertanyaan atau dengan hal yang sedang dibicarakan
j) Aphasia yaitu suatu keadaan dimana seseorang tidak atausukar mengerti pembicaraan orang lain (sensorik) dan atau tidak dapat atau sukar berbicara (motorik). Sering terjdi pada kerusakan otak.
3. Gangguan isi pikiran (meliputi isi pikiran yang nonverbal atau isi pikiran yang diceritakan)
a. waham
suatu kepercayaan yang terpaku dan tidak dapat di koreksi atas dasar fakta dan kenyataan. Tetapi harus dipertahankan, bersifat patologis dan tidak terkait dengan kebudayaan setempat. Adanya waham menunjukan suatu gangguan jiwa yang berat, isi waham dapat menerangkan pemahaman terhadap faktor-faktor dinamis penyebab gangguan jiwa. Terbentuknya kepercayaan yang bersifat waham adalah sebagai perlindungan diri terhadap rasa takut dan untuk pemuasan kebutuhan. Waham ada yang sistematis dan tidak sistematis, diklasifikasi menurut isinya dan isi waham biasanya mempunyai kecenderungan untuk menguasai/menonjol.
1) Waham kebesaran (waham ekspansif)
Suatu kepercayaan palsu dimana seseorang memperluas atau memperbesar kepentingan dirinya, baik mengenai kualitas tindakan/kejadian/orang disekeliling, dalam bentuk tidak realistik. Waham ini timbul akibat perasaan yang tidak wajar, tidak aman, dan rasa rendah diri yang secara sadar dihalangi oleh komponen ideal dan efektif dari waham itu sendiri. Isi dari waham kebesaran sering menunjukkan kekecewaan, kegagalan, dan perasaan tidak aman.
2) Waham depresif ( menyalahkan diri sendiri )
Kepercayaan yang tidak berdasar. Menyalahkan diri sendiri akibat perbuatan-perbuatannya yang melanggar kesusilaan atau kejahatan lain. Waham depresif sering dirasakan sebagai: waham bersalah ( perasaan bersalah, kehilangan harga diri ), waham sakit (gangguan perasaan tubuh yang berasal dari viseral yang dipengaruhi oleh keadaan emosi), waham miskin ( kehidupan perasaan nilai sosial ).
3) Waham somatis ( waham hipokondria)
Kecenderungan yang menyimpang dan bersifat dungu ( bizarre ) mengenai fungsi dan keadaan tubuhnya, misalnya penderita merasa tubuhnya membusuk atau mengeluarkan bau busuk.
4) Waham nihilistik
Suatu kenyataan bahwa dirinya atau orang lain sudah meninggal atau dunia ini sudah hancur.
5) Waham kejar
Penderita yakin bahwa ada orang yang sedang mengganggunya, menipunya, memata-matai atau menjelekkan dirinya.
6) Waham hubungan
Keyakinan bahwa ada hubungan langsung antara interpretasi yang salah dari pembicaraan, gerakan atau digunjingkan.
7) Waham pengaruh
Keyakinan yang palsu bahwa dia adalah merupakan subjek pengaruh dari orang lain atau tenaga gaib yang tak terlihat.
b) Fobi
Adalah rasa takut yang irasional terhadap suatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh penderita walau disadari bahwa hal tersebut irasional. Fobi dapat mengakibatkan suatu kompulsi, bentuk fobi bervariasi dan banyak mengenai benda serta keadaan.
c) Ideas of reference (pikiran hubungan)
Suatu keadaan yang mana pembicaraan orang, benda atau kejadian dihubungkan dengan dirinya sendiri. Penderita mungkin menyadari pikirannya tidak masuk akal, missal bunyi burung dikira sebuah berita bagi dirinya.
d) Pre-okkupasi
Adalah suatu pikiran yang terpaku hanya pada sebuah ide saja, yang biasanya berhubungan dengan keadaan emosional yang kuat.
e) Thought insertion (sisip pikiran)
Adalah suatu perasaan bahwa ada pikiran dari luar yang disisipkan dan dimasukan kedalam otaknya.
f) thought broad cast (siar pikiran)
Adalah suatu perasaan bahwa pikirannya telah disiarkan melalui radio, televisi, kawat liat listrik dan lampu.
7. Gangguan kesadaran
Kesadaran adalah kemampuan seseorang untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan serta dirinya sendiri melalui pancra indera dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungan serta dirinya sendiri. Bila kesadaran itu baik, maka terjadi orientasi (waktu, tempat dan orang) dan pengertian yang baik pula serta informasi akan digunakan secara efektif (melalui ingatan dan pertimbangan)
a) Kesadaran kuantitatif
1) Kesadaran yang menurun; Suatu kesadaran denan kemampuan persepsi, perhatian dan pemikiran yang berkurang secara keseluruhan.
(a) Apatis (kesadaran seperti mengantuk)
(b) Somnolen (kesadaran seperti orang mengantuk benar, memberi jawaban bila dirangsang)
(c) Sopor (hanya bereaksi dengan rangsang yang kuat, ingatan, orientasi dan pertimbangan sudah hilang)
(d) sub koma dan kom (tidak didapatkan reaksi terhadap rangsang apapun)
2) Kesadaran yang meninggi; Keadaan reaksi yang meningkat terhadap suatu rangsang, disebabkan oleh zat toksik yang merangsang otak atau oleh factor psikologik.
b) Kesadaran kualitatif
Terjadi perubahan dalam kualitas kesadaran, dapat ditimbulkan oleh keadaan toksik, organik dan psikogen.
1) Stupor; Karena faktor psikogen pada keadaan katatonia, depresi, epilepsi, ketakutan dan reaksi disosiasi.
2) Twilight state (keadaan dini, senja, senjakala); Kehilangan ingatan atas dasar psikologik yang mana kesadaran terganggu dan dalam beberapa keadaan sangat mengaburkan, sehingga penderita tidak mengenali lingkungannya. Dapat disertai halusinasi dengar, sehingga dapat melakukan tindakan tertentu. Biasanya penderita lupa ttentang tindakan selama senja dan seolah-olah dalam mimpi, berlangsung beberapa menit sampai beberapa hari.
3) Fuge; Suatu periode penurunan kesadaran dengan pelarian menimbulkan banyak stress, tapi dapat mempertahankan kebiasaan dan keterampilannya.
4) Confusion (bingung); Gangguan keadaan karena rusaknya aparat sensoris dimana didapatkan kesulitan pengertian, disorientasi, disertai gangguan fungsi asosiasi.
c) Gangguan orientasi
Orientasi adalah kemampuan seseorang untuk mengenal lingkungannya serta hubungannya dengan waktu, ruang dan terhadap dirinya serta orang lain. Disorientasi atau gangguan orientasi dapat timbul sebagai gangguan dari kesadaran, mengenai waktu, mengenai tempat dan mengenai orang. Disorientasi dapat terjadi pada setiap gangguan jiwa yang mana ada kerusakan yang hebat dari ingatan, persepsi dan perhatian.
8. Gangguan kemauan
Kemauan adalah proses dimana keinginan-keinginan dipertimbangkan untuk kemudian diputuskan untuk dilaksanakan sampai mencapai tujuan. Proses kemauan sebagai berikut:
- Saat terlihat (terdiri dari tanggapan dan tegangan yang cukup kuat)
- Saat objektif (sudah ada yang diinginkan, walau hanya dalam niat saja, tapi benda yang menjadi tujuannya sudah ada).
- Saat aktuil (timbul kesadaran akan keinginan dan menghendaki, tindakan sudah dikhayalkan dan dialami).
- Saat subjektif (berupa tindakan kemauan itu sendiri, dengan kesadaran penuh dan menggunakan segala daya dan tenaga)
Kemauan dapat dirusak oleh gangguan emosional, gangguan-gangguan kognisi, kerusakan otak organik, dalam keadaan terlatih atau bahkan terlalu banyak latihan.
Bentuk-benrtuk gangguan kemauan
a) Abulia (kemauan yang lemah); Suatu keadaan inaktivitas sebagai akibat ketidaksanggupan membuat keputusan atau memulai suatu tingkah laku.
b) Negativisme; Ketidak sanggupan dalam bertindak atas sugesti dan tidak jarang terjadi melaksanakan sesuatu yang bertentangan dengan yang disugestikan.
c) kekakuan (rigiditas); Ketidak mampuan memiliki keleluasan dalam memutuskan untuk merubah suatu tingkah laku, missal stereotype yang merupakan sikap atau gerakan mekanis yang dilakukan berulang-ulang.
d) Kompulsi; Suatu keadaan dimana seorang merasa didorong untuk melakukan suatu tindakan, yang disadari sebagai suatu irasional atau tidak ada gunanya.
1) Kleptomania (mencuri kompulsif), yaitu sering mencuri barang yang mempunyai arti simbilis dan biasanya tidak bernilai.
2) Pyromania (membakar kompulsif), dipandang sebagai suatu bentuk simbolis pemuasan seksual.
3) mencuci tangan berulkang-ulang dengan tidak dapat dicegah atau dikuasai.
9. Gangguan emosi dan afek
Emosi adalah suatu pengalaman yang sadar dan memberikan pengaruh pada aktivitas tubuh dan menghasilkan sensasi organis dan kinetis. Afek adalah kehidupan perasaan atau nada perasaan emosional seseorang, menyenangkan atau tidak, yang menyertai suatu pikiran, biasa berlangsung lama dan jarang disertai komponen fisiologik.
Dikaitkan dengan pengertian afek, maka emosi merupakan manifestasi afek keluar disertai oleh banyak komponen fisiologik, biasanya berlangsung relative singkat. Kadang-kadang emosi dan afek tidak dibedakan dan dipakai bersama-sama.
Bentuk-bentuk gangguan emosi dan afek:
a) Euforia; Emosi yang menyenagkan, masa riang, senang gembira, bahagia yang berlebihan dan bila tidak sesuai keadaan, hal ini menunjukan adanya gangguan jiwa. Orang yang eforia biasanya optimis, percaya diri, dan tegas pada sikapnya.
b) Elasi; eforia yang berlebihan disertai motorik sering merupakan emosi yang labil dan sering berubah menjadi mudah tersinggung.
c) Eksaltasi; Elasi yang berlebihan dan biasanya disertai dengan sikap kebesaran (waham kebesaran).
d) Eklasi (kegairahan); Gairah yang berlebihan disertai rasa aman, damai, dan tenang biasanya berhubungan dengan perasaan keagamaan yang kuat.
e) Inappropiate afek (afek yang tidak sesuai), adalah suatu gejala gangguan emosi dimana dijumpai perbedaan yang jelas antara emosi yang tampak dengan situasi yang menyebabkannya, misalnya tertawa ketika ada suatu musiba.
f) Afek yang kaku (rigid) adalah suatu keadaan dimana rasa hati tetap dipertahankan, walau terdapat rangsangan yang biasanya menyebabkan reaksi emosional yang berlebihan.
g) Emosi labil adalah suatu gejala dimana terdapat ketidak stabilan yang berlebihan dan bermacam emosional, cepat berubah dari emosi yang satu pada emosi yang lain,
h) Cemas dan depresi merupakan gejala yang terlihat dari ekspresi muka atau tingkahlaku.
i) Ambivalensi adalah emosi dan afek yang berlawanan yang timbul bersamaan pada seseorang, suatu objek atau keadaan, benci tapi rindu.
j) Apatis, kurang atau tidak ada sama sekali reaksi emosional dalam keadaan-keadaan yang seharusnya menimbulkan emosi.
k) Emosi yang tumpul dan datar, pengurangan atau tidak ada sama sekali tanda-tanda ekspresi afektif.
10. Gangguan psikomotor
Psikomotor adalah gerakan yang dipengaruhi oleh keadaan jiwa, sehingga merupakan afek bersama yang mengenai badan dan jiwa. Juga meliputi kondisi, perilaku motorik atau aspek motorik dari suatu prilaku.
Bentuk-bentuk gangguan psikomotor:
a) Aktivitas yang meningkat.
1) Hiperaktivitas, hiperkinesia, aktivitas dan pergerakan yang berlebihan dengan intesitas respon yang meningkat.
2) Hipertonisitas, peningkatan pegangan otot tubuh.
3) Gaduh gelisah katatonik, aktivitas motorik yang tampaknya tidak bertujuan, berkali-kali dan seakan-akan tak dipengaruhi oleh rangsang dari luar.
b) Aktivitas yang menrurun.
1) Hipoaktivitas, hipokinesia, aktivitas dan pergerakan berkurang dengan intesitas respon yang menurun.
2) Kelambanan motorik, aktivitas berkurang menyeluruh, misal pada orang stuporkatatonik.
3) Atonisitas, keadaan tonus dan kontraksi otot yang abnormal, dapat menyeluruh atau sebagian saja.
4) Paralisa, kehilangan fungsi otot baik secara keseluruhan atau sebagian saja.
c) Aktivitas yang terganggu atau tidak sesuai.
1) Ataksia, tidak terdapat koordinasi pada gerakan tungkai atau dalam sikap berdiri.
2) Apraksia, tidak sanggup memanipulasi benda dengan yang terarah.
3) Atetosis, gerakan terus menerus, difus seperti tungkai dan dirasakannya nyeri.
4) Gerakan khoireform, gerakan tidak teratur secara terus menerus yang tidak dikuasai opleh kemauan.
5) Spasme, kontraksi otot-otot sebagian atau seluruh yang tidak dikuasai oleh kemauan.
6) Tremor, kontraksi serat-serat otot yang ringan dan ritmis, yang tidak dikuasai, dapat lambat atau cepat, kasar atau halus teratur atau tidak teratur.
7) Konvlusi, kejang terus menerus pada derah tubuh yang luas dan biasanya dengan hilangnya kesadaran.
d) Aktivitas yang berulang-ulang.
1) Katalepsi, mempertahankan secara kaku posisi badan tertentu.
2) Fleksibilitas serea, satu bentuk katalepsi, yang mana posisi badan yang dibuat orang lain dipertahankan terus.
3) Stereotipti, gerakan salah satu badan berulang-ulang dan tidak bertujuan.
4) Manerisma, gerakan stereotipi dan teaterikal, berbentuk ritual dan selalu diulang-ulang.
e) Otomatisme perintah dia menurut sebuah perintah secara otomatis tanpa disadari
1) Otomatisme, berbuat sesuatu secara otomatis sebagai ekspresi simbolik aktivitas tak sadar.
2) Ehopraksia, langsung meniru gerakan orang lain pada saat dia melihat.
3) Echolalia, langsung mengulangi atau meniru apa yang dikatakan orang lain.
f) Negativisme;suatu pertahanan psikologik yang diperhatikan dengan melawan atau menentang terhadap apa yang disuruh. Ada 2 macam, yaitu: Aktif (melaksanakan sebaliknya dari apa yang diperintahkan); pasif (melaksanakan apa yang diperintahkan).
g) Aversi, suatu reaksi yang agresif dan tegas yang diperlihatkan dengan melawan, mendengki, membenci, nonkooperatif, menolak dan kadang-kadang menunjukan reaksi stupor.
                                                                                                                      (Bahan Kuliah Tingkat II)

Sabtu, 13 Maret 2010

KETIKA HATI MERASAKANNYA

"Melihat prilaku sosial politik yang terjadi maka kita kembali mengingat teori carrot & stick, yg mengikut diberi wortel dan yang membangkan diberi pentungan. Imam ali kw berkata Barangsiapa yang berfikir hanya demi kepentingan perutnya maka harga dirinya tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya, ketaatan hanya dlm perkara yg ma'ruf".

HIKMAH DARI IMAM ALI KW (AMIRUL MUKMININ RA)

Kata Kata Mutiara Hakikat yang Terpendam dari Imam Ali Bin Abu Thalib.. Barangsiapa yang mengetahui hakikat dirinya mengenal dirinya maka telah mengenal Tuhannya

Orang yang rela atas ( ketika melihat ) perbuatan suatu kaum, seperti orang yang ikut serta bersama mereka. Dan atas setiap orang yang ikut serta dalam kebathilan akan mendapatkan dua dosa, dosa karena perbuatannya dan dosa karena kerelaannya atas perbuatan tersebut.

Sesungguhnya agama Allah tidak akan bisa dikenali dari pribadi-pribadi, tetapi akan dapat dikenali dari tanda-tanda kebenarannya. Kenalilah kebenaran maka engkau akan mengetahui siapa penganutnya.

Jangalah sekali-kali engkau menjadi budak orang lain, sebab Allah telah menciptakanmu dalam keadaan merdeka.

Penghancur punggungku di dunia ini ada dua orang yaitu orang yang pandai berbicara namun dirinya seorang yang fasik. Dan seorang yang bodoh, namun selalu tekun beribadah. Yang satu akan membela kefasikannya dengan lidahnya sedang yang lain akan membela kebodohannya dengan ibadahnya. Hati-hatilah dari para cerdik pandai ( ulama ) yang fasik dan para ahli ibadah yang bodoh. Karena mereka adalah sebesar-besar fitnah bagi setipa orang yang mudah terpedaya. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saww bersabda : ” Wahai Ali ! Hancurnya umatku adalah ditangan orang-orang munafik yang pandai berbicara

Janganlah engkau menganggap sama antara pelaku kebaikan dan pelaku kejahatan. Ketahuilah sikap yang demikian ini akan menumbuhkan semangat bagi pelaku kebaikan untuk berbuat kebaikan dan akan menjadi pelajaran bagi yang melakukan kejahatan atas kejahatannya.

Dunia ini tidak lebih hanya batas terakhir penglihatan orang buta, dia tidak akan melihat sesuatu dibaliknya. Sedangkan orang yang bashir dapat melihat serta mengetahui sesuatu yang ada dibalik dunia ini. Dia ( bashir ) akan memalingkan pandangannya dari dunia, sedangkan si buta akan membidikan pandangannya ke arah dunia. Orang yang bashir akan berbekal dari dunia, sedangkan yang buta akan berbekal untuk dunia.

Jadikanlah dirimu sebagai tolok ukur dengan selainmu. Berbuatlah sesuatu yang menggembirakan orang lain sebagaimana yang engkau harapkan untukmu. Janganlah berbuat sesuatu yang engkau tidak inginkan orang lain berbuat hal itu kepadamu. Janganlah berlaku aniaya sebagaimana engkau tidak suka dianiaya. Berbuatlah baik kepada selainmu, sebagaimana engkau ingin orang lain berbuat baik kepadamu. Cegahlah dirimu dari perbuatan munkar, sebagaimana engkau tidak ingin orang lain berbuat itu kepadamu. Perbuatlah sesuatu yang merelakan manusia agar ia juga berbuat sesuatu yang merelakan dirimu. Janganlah engkau berbicara tentang sesuatu yang tidak engkau ketahui, bahkan janganlah engkau utarakan segala sesuatu yang engkau ketahui dan jangalah engkau berbicara sesuatu pembicaraan yang tidak engkau inginkan orang lain berkata itu kepadamu

Yang banyak bicara akan banyak salahnya. Yang banyak kesalahannya akan sedikit malunya. Yang tidak merasa malu hilang wara’nya. Dan yang hilang wara’nya akan mati hatinya serta nerakalah tempat kembalinya.

Janganlah kalian menilai siapa pembicaranya, tetapi nilailah sesuatu yang dibicarakannya.

Kebaikan ada pada tiga perkara : penglihatan, diam dan pembicaraan. Setiap penglihatan yang tidak ditunjukan untuk mengambil ibrah ( pelajaran ) adalah kesia-siaan. Diam yang tidak disertai pemikiran adalah kelalaian. Sedangkan pembicaraan yang bukan zikir itu juga merupakan kesia-siaan. Maka beruntunglah orang yang pandangannya ditunjukkan untuk mengambil ibrah, diamnya karena berpikir dan pembicaraannya berisikan zikir sembari menangisi dan menyesali kesalahannya serta enggan mengganggu orang lain.

Jika engkau menjadikan agamamu mengikuti kemauan duniamu, maka engkau telah menghancurkan agama dan duniamu dan termasuk di antara orang-orang yang merugi di akhirat.Dan jika engkau menjadikan duniamu mengikuti ( tunduk ) kepada aturan agamamu , berarti engkau telah menjaga dunia dan agamamu dan engkau akan tergolong sebagai orang yang beruntung di akhirat.

Dunia ini laksana ular yang berbisa, yang licin dan lembut sentuhannya, namun bisanya ( racunnya ) dapat mematikan. Orang yang yang bodoh akan terpesona dengannya sedangkan orang yang berakal akan berhati-hati darinya.

Aku berwasiat kepada kalian tentang lima perkara, yang seandainya kalian kerahkan onta-onta kalian untuk mendapatkan wasiat-wasiat itu niscaya usaha itu pantas sekali. Yaitu : Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan suatu kecuali kepada Tuhannya, dan jangan merasa takut atau menyesal, kecuali terhadap dosanya. Janganlah merasa malu untuk mengatakan tidak bisa, jika ditanya tentang hal-hal yang belum kalian ketahui. Dan jangan pula merasa malu untuk belajar hal-hal ya ng belum kalian ketahui. Kalian harus sabar, karena kesabaran terhadap keimanan laksana kepala bagi badannya, maka tidak akan ada kebaikan bagi badan yang tidak ada kepalanya. Demikian pula keimanan yang tidak disertai kesabaran.

Bergaulah dengan manusia dengan pergaulan yang jika kalian meninggal, maka mereka akan menangisimu, sedang jika kalian ada di tengah-tengah mereka, mereka akan selalu merindukanmu